Jakarta, 1 Oktober 2026 – Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) menilai industri minyak dan gas bumi di Indonesia masih jauh dari kata senjakala di tengah percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih. Migas masih mempunyai posisi penting dalam memenuhi kebutuhan energi nasional serta mendukung aktivitas ekonomi dan industri. Permintaan terhadap minyak dan gas dinilai belum akan hilang dalam waktu singkat karena pemanfaatannya masih luas di berbagai sektor. Kondisi tersebut membuat kegiatan eksplorasi, produksi dan pengembangan infrastruktur migas tetap dibutuhkan. Transisi energi pun perlu dijalankan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketahanan dan ketersediaan pasokan energi.
Besarnya kebutuhan energi domestik menjadi salah satu faktor yang membuat industri migas tetap relevan. Minyak bumi masih menjadi sumber energi penting bagi transportasi dan berbagai kegiatan ekonomi, sedangkan gas digunakan untuk industri, pembangkit listrik hingga kebutuhan rumah tangga. Pertumbuhan ekonomi juga dapat meningkatkan kebutuhan energi sehingga ketersediaan pasokan harus terus dijaga. Apabila produksi domestik tidak mampu memenuhi kebutuhan, ketergantungan terhadap impor dapat meningkat. Karena itu, peningkatan kemampuan produksi dalam negeri tetap memiliki nilai strategis bagi ketahanan energi.
Indonesia juga masih memiliki potensi sumber daya migas yang dapat dikembangkan melalui kegiatan eksplorasi. Sejumlah wilayah yang belum dieksplorasi secara optimal membuka peluang ditemukannya cadangan baru untuk menggantikan produksi dari lapangan yang telah berumur. Namun, kegiatan eksplorasi membutuhkan modal besar dan menghadapi risiko tinggi karena tidak setiap pengeboran menghasilkan penemuan yang ekonomis. Kepastian regulasi dan iklim investasi menjadi faktor yang diperhitungkan pelaku usaha sebelum menanamkan modal. Teknologi juga semakin dibutuhkan untuk menjangkau cadangan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
Pada lapangan yang sudah berproduksi, optimalisasi menjadi salah satu langkah untuk menahan laju penurunan produksi. Penggunaan teknologi dapat membantu meningkatkan perolehan minyak maupun gas dari cadangan yang masih tersimpan. Digitalisasi kegiatan operasi juga memberikan peluang untuk meningkatkan efisiensi, pemantauan serta pengambilan keputusan. Upaya tersebut penting karena sebagian lapangan migas Indonesia telah memasuki usia produksi yang matang. Tanpa investasi dan teknologi tambahan, penurunan alamiah produksi dapat menjadi tantangan terhadap pemenuhan kebutuhan nasional.
Perkembangan energi terbarukan tetap menjadi bagian penting dalam menentukan arah sektor energi Indonesia. Namun, transisi tidak berarti seluruh sumber energi fosil dapat langsung digantikan dalam waktu bersamaan. Infrastruktur, teknologi, biaya dan kesiapan masing-masing sektor menjadi faktor yang menentukan kecepatan perubahan. Gas bumi dapat tetap memainkan peranan dalam periode transisi untuk mendukung kebutuhan energi pada sejumlah sektor. Pada saat yang sama, industri migas menghadapi tuntutan untuk meningkatkan efisiensi dan menekan dampak lingkungan dari kegiatan operasionalnya.
Keberadaan industri migas juga memiliki dampak terhadap berbagai kegiatan ekonomi di luar produksi energi. Sektor tersebut melibatkan industri jasa, konstruksi, logistik, manufaktur hingga tenaga kerja dengan berbagai keahlian. Investasi pada proyek migas dapat memberikan efek ekonomi kepada daerah tempat kegiatan berlangsung maupun industri pendukung nasional. Peningkatan keterlibatan perusahaan dan tenaga kerja dalam negeri dapat memperbesar manfaat yang diperoleh dari pengembangan sumber daya tersebut. Tata kelola yang transparan dan efisien tetap diperlukan agar manfaat ekonomi dapat berjalan beriringan dengan kepentingan ketahanan energi.
Pandangan bahwa industri migas masih jauh dari senjakala menunjukkan perubahan sistem energi diperkirakan berlangsung melalui proses yang panjang. Tantangan sektor tersebut adalah mempertahankan produksi, menemukan cadangan baru dan meningkatkan daya saing di tengah pertumbuhan energi terbarukan. Industri juga perlu beradaptasi terhadap standar lingkungan dan teknologi yang terus berkembang. Investasi serta kepastian kebijakan akan menentukan kemampuan Indonesia memanfaatkan potensi migas yang masih tersedia. Dengan pengelolaan yang tepat, migas masih dapat menjadi bagian dari bauran energi nasional sembari Indonesia melanjutkan transformasi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.





