Jakarta, 22 September 2026 – YouTuber Jimmy Donaldson atau MrBeast kembali menunjukkan komitmennya terhadap kegiatan filantropi dengan mengeluarkan hampir US$10 juta atau sekitar Rp178 miliar untuk membangun sebuah desa di Ghana. Proyek tersebut bernama Abna Dakwa Village dan dirancang untuk membantu keluarga di komunitas penghasil kakao yang menghadapi persoalan pekerja anak. Pembangunan berlangsung sekitar delapan bulan sebelum diperkenalkan melalui video terbaru MrBeast. Fasilitas yang dibangun mencakup rumah, sekolah, toilet, pasar, lahan pertanian komunitas, hingga sumber air bersih. Sistem drainase di permukiman lama juga diperbaiki untuk mengurangi risiko banjir.
Proyek tersebut menjadi salah satu kegiatan kemanusiaan berskala besar yang pernah diperlihatkan MrBeast melalui kanal utamanya. Ia menyebut perjalanan selama sekitar 14 tahun membuat konten di YouTube turut mengarahkannya pada proyek kemanusiaan seperti pembangunan desa tersebut. Tujuannya bukan sekadar menyediakan bangunan baru, tetapi menciptakan lingkungan yang memungkinkan keluarga memperoleh pendidikan, layanan kesehatan, air bersih, dan kesempatan ekonomi yang lebih baik. Program itu juga diarahkan untuk mengurangi faktor yang mendorong anak-anak masuk ke pekerjaan ilegal. Beast Philanthropy mencatat proyek di Ghana telah memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 10.000 orang.
Menjelang publikasi video proyek tersebut, MrBeast mengakui konten filantropi biasanya tidak memperoleh respons sebesar video hiburan yang menjadi ciri khas kanalnya. Ia memperkirakan video pembangunan desa kemungkinan tidak akan menghasilkan performa setinggi konten kompetisi atau tantangan berhadiah besar. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berniat menghentikan kegiatan kemanusiaan. Menurut Donaldson, membantu orang lain memberikan tujuan tersendiri baginya. Ia menyatakan akan tetap membuat konten seperti itu meskipun jumlah penontonnya lebih rendah.
Perbedaan jumlah penonton memang terlihat ketika video filantropi dibandingkan dengan sejumlah konten hiburan MrBeast. Data pemantauan video menunjukkan konten pembangunan kota untuk membantu anak-anak dari pekerja ilegal telah mengumpulkan puluhan juta penayangan, tetapi beberapa video hiburannya pada periode berdekatan menembus lebih dari 100 juta penayangan. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa tema kemanusiaan tidak selalu menghasilkan tingkat keterlibatan yang sama dengan tantangan spektakuler yang selama ini identik dengan MrBeast. Meski demikian, jangkauan puluhan juta penonton tetap memberikan eksposur besar terhadap persoalan yang diangkat.
Kegiatan amal MrBeast juga dijalankan melalui Beast Philanthropy, organisasi nirlaba yang didirikannya untuk mengembangkan berbagai proyek kemanusiaan. Organisasi tersebut menyatakan seluruh pendapatan yang dihasilkan kanal Beast Philanthropy digunakan kembali untuk mendanai kegiatan amal. Modelnya menghubungkan penayangan video dengan pendapatan yang kemudian digunakan untuk membiayai proyek nyata maupun kerja sama dengan organisasi di lapangan. Beast Philanthropy saat ini menjalankan kegiatan di lebih dari 25 negara dan lima benua. Programnya mencakup distribusi makanan, penyediaan air bersih, pendidikan, fasilitas kesehatan, pembangunan rumah, hingga proyek lingkungan.
Secara keseluruhan, Beast Philanthropy mencatat telah mendistribusikan lebih dari 48 juta makanan dan menggalang lebih dari US$40 juta untuk akses air bersih. Organisasi tersebut juga melaporkan telah memberikan dampak langsung kepada sekitar dua juta orang melalui berbagai program. Selain itu, proyek lingkungan yang terhubung dengan inisiatif MrBeast mencakup penanaman 25 juta pohon dan pengangkatan lebih dari 34 juta pon sampah dari laut serta kawasan pesisir. Angka-angka tersebut menunjukkan aktivitas filantropi Donaldson telah berkembang jauh melampaui konten pemberian hadiah yang dahulu menjadi salah satu ciri kanalnya. Organisasi tersebut juga menerbitkan laporan mengenai proyek dan hasil programnya.
Pembangunan Abna Dakwa Village memperlihatkan bahwa MrBeast tetap menempatkan proyek kemanusiaan sebagai bagian penting dari aktivitasnya meski daya tarik penonton tidak selalu setinggi konten hiburan. Nilai hampir US$10 juta yang dialokasikan untuk proyek Ghana menjadi investasi besar untuk fasilitas yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat. Donaldson juga menepis anggapan bahwa kegiatan amal dilakukan semata-mata untuk mengejar jumlah penayangan dengan menunjuk pada kenyataan bahwa konten tersebut justru kerap memiliki performa lebih rendah. Baginya, jumlah penonton bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan apakah proyek kemanusiaan layak diteruskan. Sikap tersebut membuat kegiatan filantropi diperkirakan tetap menjadi bagian dari konten dan proyek MrBeast pada masa mendatang.





