Jakarta, 3 September 2026 – Bek Timnas Indonesia Elkan Baggott mendapatkan kesempatan tampil sebagai starter ketika Millwall menjamu Wrexham pada pekan keempat EFL Championship 2026-2027. Pertandingan yang berlangsung di Stadion The Den, London, Kamis, 3 September 2026 dini hari WIB tersebut berakhir mengecewakan bagi tuan rumah setelah Millwall tumbang tiga gol tanpa balas. Baggott dipercaya pelatih Alex Neil untuk turun sejak menit pertama dan menempati sektor pertahanan The Lions. Kesempatan tersebut menjadi perkembangan penting bagi pemain berusia 23 tahun itu setelah sebelumnya lebih banyak mendapatkan menit bermain terbatas pada awal musim. Namun, pertahanan Millwall menghadapi tekanan besar dari Wrexham yang tampil lebih efektif sepanjang pertandingan. Kekalahan 0-3 sekaligus membuat momentum Millwall terganggu setelah mereka juga menelan kekalahan telak pada pertandingan liga sebelumnya.
Millwall sebenarnya berusaha mengambil inisiatif sejak pertandingan dimulai dengan memanfaatkan dukungan publik sendiri. Baggott bersama rekan-rekannya di lini belakang berusaha menjaga organisasi pertahanan ketika Wrexham mulai meningkatkan intensitas serangan. Tim tamu mampu memainkan bola dengan lebih tenang dan perlahan mendapatkan kendali atas jalannya pertandingan. Millwall kesulitan menciptakan peluang bersih meskipun beberapa kali berhasil membawa bola menuju wilayah pertahanan lawan. Sebaliknya, Wrexham terlihat lebih berbahaya ketika mendapatkan kesempatan melakukan transisi. Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika pertandingan memasuki pertengahan babak pertama.
Gol pertama Wrexham tercipta pada menit ke-28 melalui situasi yang tidak menguntungkan bagi tuan rumah. Bek Millwall Zak Sturge melakukan gol bunuh diri yang membuat Wrexham unggul 1-0. Kondisi tersebut membuat Millwall harus bermain lebih agresif karena mereka membutuhkan gol untuk mengembalikan kedudukan sebelum turun minum. Baggott tetap menjalankan tugasnya di sektor belakang dan beberapa kali terlibat dalam duel untuk menghentikan pergerakan pemain Wrexham. Bek Indonesia itu juga sempat memenangkan tendangan bebas di area pertahanan ketika mendapatkan tekanan dari lawan. Namun, lini depan Millwall belum mampu memberikan respons yang dibutuhkan sehingga skor 0-1 bertahan hingga babak pertama selesai.
Memasuki babak kedua, Millwall mencoba meningkatkan tekanan dengan harapan mendapatkan gol penyama kedudukan. Rencana tersebut justru mendapatkan pukulan ketika Wrexham berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-52. Kieffer Moore mencatatkan namanya di papan skor melalui penyelesaian yang membuat posisi tuan rumah semakin sulit. Gol tersebut berawal dari serangan balik cepat Wrexham dengan Josh Windass memberikan assist kepada Moore. Millwall kini harus mengejar ketertinggalan dua gol ketika pertandingan masih menyisakan waktu cukup panjang. Situasi tersebut membuat Alex Neil mulai melakukan perubahan untuk meningkatkan daya serang sekaligus memberikan energi baru kepada timnya.
Baggott akhirnya menyelesaikan penampilannya pada menit ke-64 setelah digantikan Derek Mazou-Sacko. Pemain Timnas Indonesia tersebut dengan demikian mendapatkan sekitar 64 menit bermain dalam kesempatan pertamanya menjadi starter di liga musim ini. Pergantian dilakukan ketika Millwall masih tertinggal 0-2 dan membutuhkan perubahan untuk mengejar pertandingan. Penampilan Baggott tidak dapat sepenuhnya dipisahkan dari kesulitan kolektif lini pertahanan karena Wrexham mampu menciptakan ancaman melalui transisi cepat. Meski demikian, kesempatan menjadi starter merupakan perkembangan positif bagi Baggott dalam persaingannya mendapatkan tempat reguler. Menit bermain pada level Championship sangat penting untuk meningkatkan ritme pertandingan sekaligus memperkuat posisinya dalam rencana tim sepanjang musim.
Setelah Baggott meninggalkan lapangan, situasi Millwall tidak banyak mengalami perubahan. Wrexham justru kembali mencetak gol dan memperbesar keunggulan menjadi 3-0 melalui Jacques Ekomié. Gol ketiga tersebut praktis mengakhiri peluang The Lions untuk mendapatkan poin dari pertandingan kandang mereka. Millwall tidak mampu menghasilkan satu pun gol hingga wasit meniup peluit panjang. Statistik pertandingan juga memperlihatkan Wrexham mampu menguasai sekitar 61 persen penguasaan bola, sedangkan Millwall berada di kisaran 39 persen. Tuan rumah bahkan gagal mencatatkan tembakan tepat sasaran, sementara Wrexham menghasilkan tiga tembakan ke arah gawang dan seluruh gol mereka berasal dari efektivitas serangan yang lebih baik.
Kekalahan dari Wrexham memperpanjang periode sulit yang dialami Millwall setelah sebelumnya mendapatkan hasil buruk melawan Southampton. Dalam pertandingan tersebut, The Lions dihajar dengan skor 1-5 sehingga kini mereka telah kebobolan delapan gol hanya dalam dua pertandingan Championship terakhir. Kondisi pertahanan menjadi pekerjaan besar yang harus segera diperbaiki Alex Neil apabila Millwall ingin bersaing di papan atas. Hasil melawan Wrexham membuat Millwall berada di posisi ke-10 dengan koleksi enam poin dari empat pertandingan. Mereka telah mencatatkan dua kemenangan dan dua kekalahan pada awal kompetisi. Konsistensi menjadi persoalan karena performa positif pada dua pertandingan awal tidak berhasil dipertahankan dalam dua laga berikutnya.
Bagi Baggott, pertandingan tersebut tetap memiliki arti penting meskipun berakhir dengan kekalahan besar. Pemain bertinggi sekitar 196 sentimeter itu membutuhkan kesempatan tampil secara reguler setelah perjalanan kariernya beberapa kali diwarnai masa peminjaman bersama klub-klub Inggris. Bergabung dengan Millwall memberikan kesempatan baginya membuktikan kemampuan pada Championship yang merupakan kasta kedua sepak bola Inggris. Persaingan untuk mendapatkan posisi utama tidak mudah karena The Lions memiliki sejumlah pemain berpengalaman di sektor pertahanan. Kesempatan sebagai starter melawan Wrexham menunjukkan Baggott mulai mendapatkan kepercayaan lebih besar dari staf pelatih. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan kesempatan tersebut melalui konsistensi dalam latihan maupun ketika mendapatkan menit bermain.
Perkembangan Baggott juga mendapatkan perhatian besar dari pencinta sepak bola Indonesia karena dirinya masih menjadi salah satu pemain yang berpotensi memperkuat lini pertahanan Timnas Indonesia. Bermain secara reguler di Championship akan memberikan pengalaman menghadapi penyerang dengan karakter fisik, kecepatan, dan intensitas permainan tinggi. Kompetisi kasta kedua Inggris dikenal memiliki jadwal padat sehingga kedalaman skuad menjadi faktor penting sepanjang musim. Situasi tersebut dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi Baggott apabila mampu mempertahankan kondisi dan menunjukkan performa sesuai kebutuhan pelatih. Setiap menit bermain bersama Millwall menjadi kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat posisinya di level klub. Penampilannya karena itu akan terus menjadi perhatian sepanjang perjalanan Championship 2026-2027.
Kekalahan 0-3 dari Wrexham membuat Millwall harus segera melakukan evaluasi sebelum memasuki pertandingan berikutnya. Kebobolan delapan gol dalam dua laga beruntun menjadi sinyal bahwa organisasi pertahanan membutuhkan pembenahan, tetapi persoalan juga terlihat pada lini serang yang gagal menghasilkan tembakan tepat sasaran melawan Wrexham. Baggott sendiri mendapatkan pengalaman berharga setelah akhirnya dipercaya turun sejak awal dalam pertandingan Championship. Meski belum berhasil membantu The Lions menjaga clean sheet, kesempatan tersebut dapat menjadi pintu untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak pada pertandingan berikutnya. Persaingan internal akan menentukan apakah pemain Timnas Indonesia tersebut mampu mempertahankan tempatnya dalam susunan utama. Bagi Millwall, tantangan terdekat adalah menghentikan tren kekalahan dan kembali menemukan performa yang membuat mereka mampu bersaing di papan atas Championship 2026-2027.






