Jakarta, 22 September 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan penyambutan khusus kepada Presiden China Xi Jinping dengan datang langsung ke Joint Base Andrews, Maryland. Xi tiba bersama istrinya, Peng Liyuan, untuk memulai kunjungan kenegaraan selama tiga hari di Amerika Serikat. Trump didampingi Ibu Negara Melania Trump ketika menyambut pasangan tersebut di dekat tangga pesawat. Pertemuan di landasan berlangsung dengan jabat tangan sebelum kedua pemimpin mengikuti rangkaian seremoni penyambutan. Gestur tersebut menarik perhatian karena presiden AS biasanya menerima pemimpin asing di Gedung Putih, bukan langsung di bandara.
Penyambutan berlangsung dengan seremoni militer yang menampilkan karpet merah dan pasukan kehormatan. Korps musik militer memainkan lagu kebangsaan kedua negara ketika Trump dan Xi berdiri berdampingan. Dua pesawat pengebom B-1 juga melakukan flyover di atas lokasi acara, sementara sejumlah pesawat tempur ditampilkan di sekitar landasan. Kehadiran unsur militer membuat kedatangan Xi berlangsung dengan seremoni yang menonjol. Washington memberikan perhatian besar terhadap simbol diplomatik dalam kunjungan tersebut.
Langkah Trump datang langsung ke bandara tergolong tidak lazim dalam protokol modern Amerika Serikat. Dalam beberapa dekade terakhir, pemimpin asing umumnya disambut secara resmi oleh presiden setelah tiba di Gedung Putih. Trump memilih melakukan penyambutan sejak Xi turun dari pesawat sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan. Xi sebelumnya menerima Trump dalam kunjungan Presiden AS ke Beijing pada Mei 2026, meskipun saat itu Xi tidak datang langsung ke bandara. Pertemuan kali ini sekaligus menjadi kunjungan kenegaraan pertama Xi ke Washington dalam lebih dari satu dekade.
Di balik seremoni tersebut, kunjungan Xi membawa agenda pembicaraan yang luas antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia. Perdagangan, teknologi, kecerdasan buatan, Taiwan, hingga perkembangan konflik Iran diperkirakan masuk dalam pembicaraan kedua pemimpin. Washington dan Beijing masih memiliki perbedaan dalam sejumlah isu strategis meskipun komunikasi tingkat tinggi terus berlangsung. Kedua negara juga berupaya menjaga hubungan ekonomi agar persaingan tidak berkembang menjadi konfrontasi yang lebih luas. Pertemuan Trump dan Xi menjadi kesempatan untuk mengelola perbedaan tersebut melalui komunikasi langsung.
Xi dalam pernyataan tertulisnya menyampaikan bahwa China dan Amerika Serikat seharusnya menjadi mitra, bukan rival. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan yang stabil dengan kerja sama sebagai unsur utama, sementara persaingan tetap berada dalam batas yang dapat dikelola. Xi juga menyatakan ingin melakukan pertukaran pandangan secara mendalam dengan Trump mengenai hubungan bilateral dan situasi internasional. Pernyataan tersebut memberikan nada kooperatif pada awal kunjungannya. Namun, sejumlah persoalan mendasar antara Washington dan Beijing tetap menjadi bagian penting dari agenda pertemuan.
Rangkaian kunjungan Xi tidak berhenti pada penyambutan di bandara. Agenda berikutnya mencakup seremoni di Gedung Putih, pertemuan tertutup kedua pemimpin, peninjauan pasukan, serta jamuan makan malam kenegaraan. Xi dan Peng juga dijadwalkan mengikuti pertemuan bersama Trump dan Melania sebelum mengunjungi Arsip Nasional di Washington. Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan besarnya perhatian yang diberikan pemerintah AS terhadap kunjungan pemimpin China. Pertemuan tingkat tinggi itu juga menjadi panggung bagi kedua negara untuk menunjukkan upaya menjaga jalur diplomasi tetap terbuka.
Penyambutan langsung Trump terhadap Xi akhirnya menjadi salah satu momen paling menonjol pada awal kunjungan tersebut. Gestur di Joint Base Andrews membawa simbol diplomatik kuat di tengah hubungan AS-China yang masih diwarnai persaingan ekonomi dan geopolitik. Meski seremoni berlangsung hangat, pertemuan berikutnya tetap akan menghadapkan kedua pemimpin pada sejumlah persoalan yang kompleks. Hasil pembicaraan akan menjadi perhatian karena keputusan Washington dan Beijing dapat berdampak luas terhadap perdagangan serta stabilitas internasional. Kunjungan Xi menunjukkan bahwa kedua negara tetap mempertahankan komunikasi langsung di tingkat tertinggi meskipun memiliki banyak perbedaan kepentingan.






