Jakarta, 23 Mei 2026 – Gelandang veteran Luka Modrić menegaskan keinginannya untuk mempersembahkan trofi bagi AC Milan setelah menjalani musim yang penuh tantangan bersama klub raksasa Italia tersebut. Dalam sejumlah pernyataan terbaru, Modric mengaku merasa bahagia berada di Milan dan masih memiliki motivasi besar untuk bersaing di level tertinggi meski usianya kini mendekati 41 tahun. Pemain asal Kroasia itu disebut melihat AC Milan sebagai tempat penting dalam fase akhir kariernya sekaligus kesempatan untuk kembali merasakan atmosfer perebutan gelar di kompetisi elite Eropa. Pengamat sepak bola Eropa menilai semangat Modric menunjukkan bahwa mentalitas juara yang ia bangun selama bertahun-tahun bersama Real Madrid masih sangat kuat hingga sekarang.
Sejak bergabung dengan AC Milan pada 2025, Luka Modric memang langsung menjadi salah satu figur paling berpengaruh di ruang ganti Rossoneri. Meski tidak lagi berada di usia emas sebagai pemain, kualitas visi bermain, pengalaman, dan kepemimpinannya dinilai tetap menjadi aset besar bagi tim. Pengamat Serie A menjelaskan bahwa kehadiran pemain seperti Modric memberikan dampak tidak hanya di lapangan, tetapi juga terhadap mental bertanding pemain muda Milan yang sedang membangun kembali kekuatan tim. Dalam beberapa pertandingan penting musim ini, Modric bahkan masih mampu tampil menentukan dan beberapa kali mendapat penghargaan pemain terbaik pertandingan berkat kontribusinya di lini tengah.
Ambisi Modric untuk mempersembahkan trofi bagi AC Milan juga dianggap sebagai bagian dari upayanya menutup karier dengan pencapaian baru setelah era panjang dan penuh sukses bersama Real Madrid. Selama lebih dari satu dekade di klub Spanyol tersebut, Modric berhasil meraih berbagai gelar besar termasuk Liga Champions dan Ballon d’Or 2018 yang menjadikannya salah satu gelandang terbaik generasinya. Pengamat sepak bola internasional menilai keputusan Modric melanjutkan karier di Milan memperlihatkan bahwa dirinya masih ingin menikmati kompetisi elite Eropa sambil tetap menjaga level permainan menjelang akhir karier profesionalnya. Bahkan di usia yang tidak lagi muda, performanya di Serie A masih dianggap mampu bersaing dengan banyak pemain top lainnya.
Di sisi lain, AC Milan sendiri sedang berusaha membangun kembali identitas sebagai tim penantang gelar domestik dan Eropa setelah beberapa musim mengalami inkonsistensi performa. Kehadiran pemain senior dengan pengalaman juara seperti Modric dinilai menjadi bagian penting dari proyek tersebut. Pengamat olahraga Italia menjelaskan bahwa klub-klub besar Eropa kini semakin menghargai keberadaan pemain veteran bermental juara untuk membantu menjaga stabilitas tim di tengah tekanan kompetisi modern yang sangat tinggi. Selain kemampuan teknis, pengalaman menghadapi laga-laga besar disebut menjadi nilai yang tidak bisa digantikan begitu saja oleh pemain muda.
Keinginan Luka Modric membawa trofi untuk AC Milan menunjukkan bahwa motivasi seorang pemain besar tidak selalu berkurang meski usia terus bertambah. Bagi banyak penggemar sepak bola, perjalanan Modric bersama Milan kini dipandang sebagai babak baru dari karier panjang seorang legenda yang belum ingin berhenti bersaing di level tertinggi. Pengamat sepak bola menilai apabila berhasil mempersembahkan gelar bagi Rossoneri, pencapaian tersebut akan semakin memperkuat warisan Modric sebagai salah satu gelandang terbaik dalam sejarah sepak bola modern.






