Jakarta, 8 Juni 2026 – Tim nasional Inggris dikenal memiliki kedalaman skuad yang luar biasa menjelang Piala Dunia 2026. Namun, yang jarang disadari banyak orang adalah sejumlah pemain bintang yang tampil bersama negara lain sebenarnya pernah memiliki kesempatan untuk membela The Three Lions. Faktor tempat lahir, keturunan, hingga perjalanan masa kecil membuat beberapa pemain elite dunia memenuhi syarat memperkuat Inggris sebelum akhirnya memilih negara lain. Jika seluruh pemain tersebut bergabung, kekuatan Inggris mungkin akan terlihat jauh lebih menakutkan dibandingkan saat ini. Berikut lima bintang Piala Dunia 2026 yang sebenarnya bisa saja memperkuat Inggris.
Salah satu nama paling terkenal adalah Erling Haaland. Striker Norwegia tersebut lahir di Leeds ketika ayahnya bermain untuk klub Inggris. Status kelahirannya membuat Haaland memiliki jalur untuk membela Inggris, tetapi ia memilih mengikuti jejak keluarganya dan memperkuat Norwegia. Hingga kini, keputusan tersebut membuat banyak penggemar sepak bola membayangkan bagaimana mengerikannya lini depan Inggris jika Haaland bermain bersama para bintang mereka.
Nama berikutnya adalah Jamal Musiala. Gelandang serang Bayern Munich ini mungkin menjadi kasus “andaikan” terbesar bagi Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Musiala lahir di Jerman, tetapi tumbuh besar di Inggris sejak usia tujuh tahun, menimba ilmu di akademi Chelsea, dan bahkan membela tim nasional Inggris dari kelompok usia U-15 hingga U-21. Pada 2021, ia akhirnya memutuskan membela Jerman di level senior setelah melalui pertimbangan panjang antara dua negara yang sama-sama dekat dengannya.
Kemudian ada Michael Olise yang kini menjadi salah satu pemain paling kreatif di Eropa. Olise lahir di London dan berkembang melalui akademi-akademi Inggris seperti Arsenal, Chelsea, Manchester City, dan Reading. Dengan latar belakang keluarga yang berasal dari Prancis, Aljazair, dan Nigeria, ia memiliki beberapa opsi negara yang dapat dibela. Meski sempat dipantau federasi sepak bola Inggris, Olise akhirnya memilih memperkuat Prancis dan kini menjadi bagian penting dari generasi baru Les Bleus.
Nama lain yang menarik adalah Scott McTominay. Gelandang yang besar melalui akademi Manchester United itu lahir dan tumbuh di Inggris, tetapi memilih membela Skotlandia melalui garis keturunan keluarganya. Keputusan tersebut terbukti tepat karena ia berkembang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam skuad Skotlandia. Meskipun tidak sepopuler Haaland atau Musiala secara global, McTominay tetap menjadi contoh bagaimana Inggris kehilangan pemain berkualitas akibat aturan kelayakan internasional yang semakin fleksibel.
Pemain kelima adalah Antonee Robinson. Bek kiri yang tampil impresif di level klub ini lahir di Inggris dan menghabiskan sebagian besar masa mudanya dalam sistem sepak bola Inggris. Namun, melalui ayahnya yang berasal dari Amerika Serikat, Robinson memilih membela tim nasional AS. Keputusan tersebut menjadikannya salah satu pemain kunci Amerika Serikat dalam beberapa turnamen besar, termasuk Piala Dunia 2026.
Fenomena pemain yang memilih negara lain menunjukkan betapa luasnya jaringan talenta sepak bola yang berkembang di Inggris. Banyak pemain lahir, dibesarkan, atau dididik dalam sistem sepak bola Inggris sebelum akhirnya memilih negara lain karena faktor keluarga, identitas budaya, atau peluang karier internasional. Bagi Inggris, hal ini menjadi bukti kekuatan pembinaan pemain mereka, meskipun tidak semua talenta terbaik tersebut akhirnya mengenakan seragam Three Lions. Sementara bagi negara-negara lain, kehadiran pemain seperti Haaland, Musiala, dan Olise menjadi keuntungan besar yang dapat mengubah peta persaingan di Piala Dunia 2026.





