Jakarta, 8 Juni 2026 – Kehadiran Lionel Messi di Piala Dunia 2026 menghadirkan cerita yang berbeda dibandingkan empat tahun lalu saat ia membawa Argentina meraih gelar juara dunia di Qatar. Kini, Messi memasuki usia 38 tahun dan datang ke turnamen dengan kondisi fisik yang tentu tidak lagi sama seperti saat berada di puncak kariernya. Kecepatan, daya jelajah, dan intensitas permainannya telah mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Meski demikian, banyak pengamat sepak bola menilai bahwa berkurangnya kemampuan fisik tidak serta-merta mengurangi pengaruh Messi terhadap permainan Argentina. Pengalaman, visi bermain, dan kemampuan membaca pertandingan tetap menjadikannya salah satu pemain paling berbahaya di turnamen. Bahkan menjelang Piala Dunia 2026, Messi masih dianggap sebagai sosok sentral dalam skuad yang dipersiapkan oleh pelatih Lionel Scaloni.
Perbedaan paling mencolok dari Messi saat ini terlihat pada perannya di lapangan. Jika dahulu ia mampu secara konsisten menggiring bola dari tengah lapangan hingga menembus pertahanan lawan, kini kontribusinya lebih banyak hadir melalui distribusi bola, kreativitas, dan pengambilan keputusan. Perubahan tersebut bukanlah tanda kemunduran, melainkan bentuk adaptasi yang umum dilakukan pemain-pemain hebat ketika memasuki fase akhir karier mereka. Messi tetap produktif dan masih mampu memberikan kontribusi penting bagi tim nasional maupun klubnya. Kemampuannya mengontrol tempo permainan dan menciptakan peluang sering kali menjadi faktor pembeda dalam pertandingan besar.
Yang membuat Argentina tetap menjadi kandidat kuat juara bukan semata karena keberadaan Messi. Dalam beberapa tahun terakhir, Argentina berhasil membangun fondasi tim yang jauh lebih seimbang dibanding era sebelumnya. Skuad asuhan Scaloni kini memiliki kombinasi pemain berpengalaman dan generasi baru yang sudah matang di level tertinggi sepak bola Eropa. Nama-nama seperti Julián Álvarez, Lautaro Martínez, Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, dan Cristian Romero memberikan keseimbangan di setiap lini permainan. Kehadiran pemain-pemain muda seperti Nico Paz dan Claudio Echeverri juga menunjukkan bahwa regenerasi mulai berjalan dengan baik.
Keunggulan lain Argentina terletak pada stabilitas tim yang telah dibangun sejak menjuarai Copa América 2021, Piala Dunia 2022, hingga kembali meraih gelar Copa América berikutnya. Inti skuad relatif tetap dipertahankan sehingga chemistry antarpemain telah terbentuk dengan sangat baik. Dalam sepak bola internasional, kontinuitas seperti ini sering kali menjadi keunggulan besar karena waktu persiapan tim nasional jauh lebih terbatas dibanding klub. Banyak negara memiliki pemain hebat, tetapi tidak semuanya memiliki sistem permainan yang sudah teruji seperti Argentina.
Meski demikian, jalan Argentina untuk mempertahankan gelar diperkirakan tidak akan mudah. Sejumlah negara datang dengan kekuatan yang sangat kompetitif, termasuk France, Spain, Brazil, dan England. Bahkan beberapa simulasi dan analisis menjelang turnamen menempatkan Argentina sebagai salah satu favorit utama bersama Prancis dan Spanyol. Status juara bertahan juga membuat setiap lawan memiliki motivasi tambahan ketika menghadapi mereka.
Para analis menilai bahwa keberhasilan Argentina akan sangat bergantung pada kemampuan tim mengurangi ketergantungan terhadap Messi. Berbeda dengan era sebelumnya ketika hampir seluruh serangan harus melalui sang kapten, kini Argentina memiliki lebih banyak sumber kreativitas dan ancaman gol. Situasi tersebut justru membuat tim menjadi lebih sulit diprediksi lawan. Dalam beberapa pertandingan tanpa Messi selama siklus menuju Piala Dunia, Argentina tetap mampu menunjukkan performa yang solid dan kompetitif. Kondisi ini menjadi indikasi bahwa tim telah berkembang menjadi kolektif yang kuat, bukan sekadar bergantung pada satu individu.
Bagi Messi sendiri, Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi kesempatan terakhirnya tampil di panggung sepak bola terbesar dunia. Ia berpeluang mencatat sejarah dengan tampil dalam enam edisi Piala Dunia, sebuah pencapaian yang sangat langka dalam sejarah olahraga tersebut. Selain itu, kesempatan mempertahankan gelar juara dunia akan semakin memperkuat warisannya sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang masa. Namun berbeda dari 2022, kini Argentina tidak lagi membutuhkan Messi untuk melakukan segalanya. Mereka hanya membutuhkan sentuhan magisnya pada momen-momen penting yang bisa mengubah jalannya pertandingan.
Karena itu, meskipun Lionel Messi yang tampil sekarang berbeda dari versi terbaiknya beberapa tahun lalu, Argentina tetap layak ditempatkan sebagai salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026. Kombinasi pengalaman, kedalaman skuad, stabilitas taktik, serta mental juara yang telah terbentuk membuat Albiceleste memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk kembali melangkah jauh. Jika para pemain inti mampu menjaga kebugaran dan performa sepanjang turnamen, Argentina berpeluang besar mengulang kesuksesan mereka. Dan apabila Messi masih mampu menghadirkan beberapa momen ajaib di panggung terbesar dunia, perjalanan terakhir sang legenda bisa saja berakhir dengan kisah yang kembali dikenang sepanjang masa.





